Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

BANGKRUT

     “Hidup nahas bukan pilihanku. Dan tak ada manusia yang akan memilih hidup keparat macam ini.”   Aku berseloroh lantang tengah malam, di pinggir jalan, yang jalannya lurus tetapi curam seperti nasibku.      Usahaku untuk mencari nafkah beralih dari buruk ke bobrok .  Tidak beruntung .  Bangkrut, begitu mereka mengatakan tentangku. Akhir-akhir ini, orang-orang tak lagi banyak uang seperti sebelum-sebelumnya.      Tidak hanya masalah uang, orang-orang tidak lagi memiliki gairah untuk hidup. Apalagi membeli dan membaca buku seperti yang kuandaiakan. Mungkin saja mereka kehilangan semuanya untuk  sekadar hidup . Gampangnya, mereka tidak berminat untuk hidup  seperti dalam pikiraku.        Ini zaman yang membuat orang-orang memilih gila daripada waras tetapi tak berguna dan kelaparan. Zaman dimana jualanku, buku-buku agama, tak pernah laku dalam se tahun . Buku agama bukan buku main-main.  Satu...