Postingan

Menampilkan postingan dengan label Indonesia

Surat Kepada Para Penyair

Akhir-akhir ini, para penyair ribut. Satu penyair dengan penyair lain saling lempar batu di media sosial—tentu tidak sembunyi tangan—karena penyair, orang-orangny a  itu-itu saja. Masalahnya sepele, yakni kanonisasi sastrawan Indonesia . Menyatakan “itu-itu saja” bukan berarti tidak ada penyair muda. Bannyak. Sangat banyak sekali. Nahasnya, penyair muda menyusu kepada penyair tua. Penyair tua tidak mau melapas asuhannya. Mungkin demi menjaga tradisi—tradisi oligarki demi proyek-proyek kecil yang cukup untuk membeli kopi dan roti. Terciptalah golongan-golongan kecil dalam bersastra. Ada yang golongan utara, selatan, barat, dan timur, yang dikomandani satu penyair besar. Penyair yang bisa berbagi jatah hal ihwal project penelitian, pembukuan, perlombaan dan lain sebagainya. Tidak jadi soal. Karena menjadi penyair di negara ini harus fasih mengisap jempol setiap pagi. Menunggu salah satu karyanya dimuat . Kalo sudah dimuat tinggal menunggu honor, begitulah, laiknya mendapat tunjangan-...

JUNGKIR BALIK MEMBACA EKO TRIONO

Judul               : Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini Penulis             : Eko Triono Penerbit           : Basabasi Cetakan           : Desember 2017 Tebal               : 220 Hlm; 14 x 20 cm ISBN               : 987-602-6651-67-9 Membaca antologi cerpen terbaru Eko Triono (selanjutnya dibaca ET) ini, teringat dengan salah satu ceramah Umar Kayam di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada akhir tahun 1970, yang berjudul “ Penghayatan Seni dan Eksplorasi Seni; Dua Wajah Dalam Kehidupan Kebudayaan Kita. ” Yang sedikit banyak berbicara mengenai sastra Indonesia kontemporer yang seharusnya selalu dihayati dan dieksplorasi dengan sungguh-sunguh. K...

ALKUDUS DAN TUHAN YANG TAK PERLU DIBELA

Judul               : Alkudus Penulis             : Asef Saeful Anwar Penerbit           : Basabasi Cetakan           : April 2017 Tebal               : 268 hlm; 14x20 cm ISBN               : 978-602-61160-0-0 “Burung-burung tidak terbang dengan sayapnya mereka, melainkan terbang dengan kekuatan hasrat mereka. Ikan tidak berenang dengan tubuh mereka, melainkan berenang dengan kekuatan hasrat mereka. Dan ketika orang mempunyai hasrat untuk berenang, ia akan berenang seperti se ekor ikan,” begitulah aforisma Hazrat Inayat Khan dalam Dimensi Mistik Musik dan Bunyi (2002). “Kekuatan hasrat” dari Hazrat ini sedikit banyak akan menjadi resona...