PERJALANAN SUNYI

dari dalam jendela bus
gelap berkejaran dengan angin, pohon-pohon saling tindih
dengan waktu
ada yang terus berlalu. Mengeras batu
lalu kau tandai aku dengan sebuah nama untuk masa
yang saling memburu
langit dan bumi hanya mungkin terlihat dari sebuah jendela
seperti halnya lampu-lampu
belingsatan berebut gelap setelah bulan berjatuhan
dari angka-angka
lalu aku terus merasa kanak dengan terus mengingat
nama dan berbagai tanda

2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKU YANG MENOLAK BUNUH DIRI

JUNGKIR BALIK MEMBACA EKO TRIONO